Monday, 29 May 2017 00:00

Puasa dalam Tradisi Agama Samawi

Attabayyun.com-Jakarta- Tidak banyak ajaran Islam yang bersifat furu’iyyah (cabang-partikular) yang memiliki kesamaan dengan ajaran Nabi yang lain (sebelumnya). Bahkan, secara lahir yang nampak dominan justru perbedaannya. Sebagaimana dinyatakan Syaikh Afandi dalam al-Hushun al-Hamidiyyah, perbedaan syari’at di antara para Rasul merupakan sunnatullah yang di antara hikmahnya adalah fleksibilitas hukum Allah dalam mengatur kehidupan manusia sesuai kemashlahatan dan tantangan zaman yang dihadapi.

Published in BERITA

Attabayyun.com-Jakarta- Bulan Ramadhan sebantar lagi. Bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriah ini memiliki makna penting untuk umat Islam. pada bulan ini aktivitas keagamaan umat Islam menjadi lebih banyak, seperti berpuasa, ibadah shalat tarawih, ibadah di malam hari, memperingati turunnya Al-Quran, membayar zakat fitrah, memperbanyak membaca ayat suci Al- Quran.

Published in BERITA
Tuesday, 23 May 2017 00:00

Cara Berpakaian Lelaki Dalam Islam

Attabayyun.com-Jakarta- Selama ini yang sering kali diingatkan adalah masalah berpakaian untuk wanita. Bahkan tema ini dapat beberapa kali diulang dalam acara-acara pengajian. Hal ini dikarenakan aurat wanita lebih banyak daripada laki-laki, dan kecenderungan wanita yang selalu ingin terlihat cantik dengan berbagai fashion item.

Published in BERITA
Thursday, 23 March 2017 00:00

Gubernur dalam Sejarah Islam

Attbayyun.com-Jakarta- Dalam sejarah Islam, gunernur itu tidak dipilih, melainkan ditunjuk oleh penguasa di pusat. Waktu nabi masih hidup, gubernur ditunjuk oleh nabi. Selanjutnya, gubernur ditunjuk oleh khalifah.

Published in BERITA
Thursday, 17 November 2016 00:00

Hukum Membunuh Semut Dalam Islam

Attabayyun.com-Jakarta- Semut adalah serangga kecil yang sering kita temui dimana saja, tak terkecuali dirumah. tak jarang kita merasa risih atas keberadaan semut yang terkadang membuat rumah tampak kotor.

apalagi semut merah, yang jika menggigit kulit manusia akan mengakibatkan bentol dan gatal. hal inilah yang membuat manusia tak segan-segan membunuh semut dengan berbagai cara. namun, pernahkah anda berpikir apa hukum membunuh semut dalam islam?

dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, Rasulullah SAW memberitahukan bahwa ada 4 macam hewan yang tak boleh dibunuh.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabdah: dilarang membunuh empat jenis binatang, yaitu: semut, lebah, hudhud, suradi" (HR. Ahmad dan Abu Daud)

namun, hukum itu jelas tidak berlaku jika hewan tersebut membahayakan dan mengganggu manusia. namun disarankan, jika benar hewan itu mengganggu dan membahayakan maka usirlah terlebih dahulu. jika tidak bisa, maka bunuhlah.

namun, adapun cara membunuhnya dilarang menggunakan api. karna dalam hadist nya Rasulullah mengatakan, bahwa hanya Allah SWT yang boleh melakukannya.

dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah dan para sahabat singgah ketika melakukan safar dan setelah itu beliau melihat ada sarang semut yang dibakar.

"siapakah yang membakar ini?," tanya Rasulullah.

"kami," jawab para sahabat.

Nabi kemudian bersabdah " tidak boleh membunuh dengan api, kecuali Rabb pemilik api (Allah)" (HR. Ahmad)

lantas bagaimana dengan membunuh menggunakan air panas?

menurut para ulama, bahwa membunuh hewan dengan air panas sama saja dengan membunuhnya menggunakan api dan itu dilarang.

menurut fatawa syabaka islamiyah menyatakan, "membunuh dengan air mendidih termasuk membunuh dengan api dan termasuk penyiksaan yang bertentangan dengan prinsip membunuh dengan cara yang terbaik. karena itu, tidak diperbolehkan"

nah, dengan ini diperjelas, bahwa boleh saja membunuh semut asalkan semut itu benar-benar membahayakan dan mengganggu anda. namun ada baiknya, usirlah semut itu dengan cara baik-baik. dan dilarang membunuh menggunakan api dan air mendidih karena itu bukanlah prinsip membunuh hewan dengan cara terbaik.

(kabarmakkah.com)

Published in BERITA
Monday, 29 August 2016 00:00

Dalam Thawaf, Penuhi Etika-etika Ini

Published in BERITA
Thursday, 21 July 2016 00:00

Di Dalam Masjid, Perhatikan Adabnya

Published in PROFIL