RIYADH — Raja Arab Salman bin Abdulaziz al-Saud memerintahkan transfer dana sebesar US$ 2 miliar atau setara Rp 28,5 triliun, ke bank sentral Yaman guna membantu perekonomian negera tersebut yang tengah terpuruk, Rabu, (17/1/2018).

Published in BERITA
Thursday, 11 January 2018 00:00

Ikhlas Mencintai Anak karena Allah

Kecintaan orang tua kepada anak digambarkan Alquran sebagai fitnah atau cobaan, "Dan ketahuilah bahwa harta-harta kalian dan anakanak kalian hanyalah sebagai cobaan (fitnah) dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar" (QS al- Anfal: 28).

Published in BERITA
Wednesday, 10 January 2018 00:00

Mensyukuri Musibah

Musibah dan anugerah dua keadaan yang dipisahkan oleh garis tipis. Karena tipisnya, terkadang keduanya menempati posisi bergantian. Pada umumnya, orang biasa bersyukur ketika mendapatkan anugerah dan kufur ketika terkena musibah. Namun, ada juga sebagian orang yang bersyukur ketika terkena musibah dan kufur ketika mendapatkan anugerah.

Published in BERITA
Tuesday, 09 January 2018 00:00

Tenang dengan Shalat

Ada suatu masa ketika seseorang dihadapkan pada problem hidup yang dia rasa berat dan sulit. Pada titik tertentu, problem itu membuat pikiran dan jiwanya tertekan, depresi, dan stres. Situasi terkadang menjadi lebih buruk dan berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain.

Published in BERITA
Tuesday, 09 January 2018 00:00

Ibadah Mengurus Orang Tua

Mengurus orang tua tergolong ibadah paling tinggi de rajat nya. Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, ada seseorang laki-laki men datangi Nabi SAW, lalu dia berkata, "Aku akan berbaiat kepada engkau untuk berhijrah dan berjihad. Aku akan berharap mendapatkan pahala dari Allah Azza wa Jalla."

Published in BERITA
Thursday, 17 November 2016 00:00

Boneka Manekin Sebagai Umpan Dari ISIS

ISIS Menggunakan Replika Tank Dan Humvee Dari Kayu Sebagai Upaya Untuk Menumbangkan Serangan Udara Yang Dilakukan Oleh Koalisi Militer Yang Dipimpin AS Dalam Operasi Mosul, Bahkan Mereka Menggunakan Manekin Berjenggot Sebagai Umpan.

               

“ISIS Menggunakan Tank Dan Kendaraan Yang Terbuat Dari Kayu Untuk Mengalihkan Pesawat Militer,” Kata Letnan Kolonel Abbas Al-Azaji Pada Ahad (14/11/16), Sebagaimana Dilansir Al Arabiya.

Juru Bicara Air Force US Kolonel John Dorrian Mengatakan Bahwa Pasukan Koalisi Telah Melacak Penggunaan Kendaraan Palsu Itu Untuk Sementara Waktu.

“Kami Menyebutnya Taktik Penipuan. ISIS Telah Melakukannya Dan Itu Pasti Taktik Yang Musuh Ingin Menggunakannya,” Katanya.

“Hal Ini Sebenarnya Tidak Mengganggu Karena Banyak Hal-Hal Lain Yang Bisa Kita Lihat,” Katanya Menambahka.

 

 

 

(Arrahman)

MOSUL (Arrahmah.com)
Published in News
Wednesday, 16 November 2016 00:00

Isis Akan Berperang Dengan Hamas

Lewat Sebuah Rekaman Video, ISIS Menyebutkan Hamas Terlampau Toleransi Terhadap Pelanggaran Ketentuan Agama Serta Pada Israel. Sedangkan Lawan Politik Hamas, Fatah, Di Anggap Bekerja Untuk Kepentingan Amerika Serikat (AS).

Pada rabu (1/7/15) Isis menyatakan dalam rekaman video yang di tujukan pada hamas “Kami akan menggulingkan Negeri Yahudi beserta Anda serta Fatah, dan semua sekularis. Anda akan kami lindas dengan jumlah kami yang semakin banyak, ”.

”Kami bersumpah apa yang berlangsung di Levant (lokasi Mediterania Timur yang terbagi dalam Irak, Suriah, Lebanon, Turki, serta beberapa negara lain), terlebih di Kamp Yarmouk, pada hari ini, akan terjadi juga di Gaza, ” lanjut pernyataan itu.

Persaingan antar hamas dan ISIS yang keduanya mendambakan suatu Negara islam di gaza. Tetapi ISIS nampaknya tidak sepakat dengan sikap lunak yang diperlihatkan Hamas pada Israel.

Sebelumnya, ISIS pernah melayangkan ancaman yangsama pada 7 Mei 2015. Waktu itu ancaman dilayangkan oleh ISIS lantaran Hamas menghancurkan sebuah masjid yang dijadikan markas kelompok pendukung ISIS serta menahan 40 anggotanya.

 

_Berita Islam Terkini.

Published in News

Attabayyun.com-Jakarta-Barisan Muda Nahdlatul Ulama (BMNU) mendukung sikap PBNU agar penista agama Islam ditindak sesuai hukum yang berlaku. Hal ini terkait dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama soal surah Al Maidah ayat 51.

"PBNU bukan kumpulan ulama partai politik, sebaiknya jangan bawa budaya parpol ke PBNU," kata Koordinator Nasional BMNU, Maksum Zuber, di Surabaya, Rabu (19/10).

Oleh karena itu, kata mantan Sekjen PP IPNU, PBNU tidak perlu terlibat mendukung atau tidak mendukung pasangan calon dalam pilkada secara kelembagaan, termasuk memecat kadernya akibat perbedaan politik secara individual.

"Para ulama dan PBNU justru harus meningkatkan dan mendorong silaturahim antarumat seagama dan antarumat beragama secara individu maupun organisasi, untuk menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Sebagai warga Nahdliyin, pihaknya memimpikan PBNU menjadi perekat umat NU dan umat Islam. "Itu akan terwujud manakala PBNU kembali pada pembinaan umat sesuai visi dan misinya," katanya.

Maksum Zuber menyebut lima misi NU yakni di bidang organisasi melakukan penguatan jam'iyyah atau organisasi (capacity building) melalui pelatihan, workshop, upgrading, networking, dan lainnya.

Di bidang agama, NU mengupayakan terlaksananya ajaran Islam yang menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah, sedang di bidang pendidikan, NU mengupayakan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran serta pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Di bidang sosial, NU mengupayakan terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin bagi rakyat Indonesia, lalu di bidang ekonomi, NU mengupayakan terwujudnya pembangunan ekonomi untuk pemerataan kesempatan berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan, dan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan.

Senada dengan itu, Ketua Forum Alumni (Forluni) PMII UI, Achmad Solechan, mengajak semua komponen bangsa menjadikan pilkada sebagai momentum meneguhkan konsep keindonesiaan.

"Kami tidak ingin Islam dijadikan kendaraan politik dengan menahan diri untuk tidak menggeser isu politik dalam pilkada menjadi isu SARA yang mengancam Bhinneka Tunggal Ika, apalagi melakukan dengan fitnah dan hasutan bernada kebencian lewat media sosial," katanya.

"PBNU bukan kumpulan ulama partai politik, sebaiknya jangan bawa budaya parpol ke PBNU," kata Koordinator Nasional BMNU, Maksum Zuber, di Surabaya, Rabu (19/10).

Oleh karena itu, kata mantan Sekjen PP IPNU, PBNU tidak perlu terlibat mendukung atau tidak mendukung pasangan calon dalam pilkada secara kelembagaan, termasuk memecat kadernya akibat perbedaan politik secara individual.

"Para ulama dan PBNU justru harus meningkatkan dan mendorong silaturahim antarumat seagama dan antarumat beragama secara individu maupun organisasi, untuk menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Sebagai warga Nahdliyin, pihaknya memimpikan PBNU menjadi perekat umat NU dan umat Islam. "Itu akan terwujud manakala PBNU kembali pada pembinaan umat sesuai visi dan misinya," katanya.

Maksum Zuber menyebut lima misi NU yakni di bidang organisasi melakukan penguatan jam'iyyah atau organisasi (capacity building) melalui pelatihan, workshop, upgrading, networking, dan lainnya.

Di bidang agama, NU mengupayakan terlaksananya ajaran Islam yang menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah, sedang di bidang pendidikan, NU mengupayakan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran serta pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Di bidang sosial, NU mengupayakan terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin bagi rakyat Indonesia, lalu di bidang ekonomi, NU mengupayakan terwujudnya pembangunan ekonomi untuk pemerataan kesempatan berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan, dan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan.

Senada dengan itu, Ketua Forum Alumni (Forluni) PMII UI, Achmad Solechan, mengajak semua komponen bangsa menjadikan pilkada sebagai momentum meneguhkan konsep keindonesiaan.

"Kami tidak ingin Islam dijadikan kendaraan politik dengan menahan diri untuk tidak menggeser isu politik dalam pilkada menjadi isu SARA yang mengancam Bhinneka Tunggal Ika, apalagi melakukan dengan fitnah dan hasutan bernada kebencian lewat media sosial," katanya.

Published in BERITA