BREAKING NEWS
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 753
Dakwah KH Muhammad Zaitun Rasmin yang Menggebu untuk Negri Tercinta “Pengembangan Pendidikan Bela Negara di Pesantren” Dakwah KH Muhammad Zaitun Rasmin yang Menggebu untuk Negri Tercinta “Pengembangan Pendidikan Bela Negara di Pesantren”

Dakwah KH Muhammad Zaitun Rasmin yang Menggebu untuk Negri Tercinta “Pengembangan Pendidikan Bela Negara di Pesantren” Featured

Jakarta (Attabayyun.com) - Wakil Sekjen MUI Pusat KH Muhammad Zaitun Rasmin didapuk menjadi pemateri dalam Workshop Pengembangan Pendidikan Bela Negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag RI) Kamis, 16 Maret 2017 yang lalu. Bertempat di Hotel Sahira Butik, Bogor, Jawa Barat.

Dalam workshop ini KH Zaitun diamanahkan membawakan materi dengan tema “Pesantren dan Penguatan Bela Negara”. Menurut keterangan resmi dari panitia, tema ini dipilih karena dilatar belakangi adanya polemik soal wacana bela negara rancangan Kementerian Pertahanan RI. Polemik ini muncul sejak ditetapkannya Hari Santri Nasional Oktober 2015.

Pesantren dianggap penting karena diharapkan menjadi basis utama dalam menanamkan pendidikan bela negara. Pesantren adalah basis pendidikan Islam yang otomatis di dalamnya diajarkan soal bela negara. Diharapkan nantinya para santri bisa memahami sejarah perjuangan bangsa Indonesia serta menyiapkan diri untuk tampil melanjutkan estafet kepemimpinan dengan ikut serta mempertahankan keutuhan NKRI.

Workshop ini juga dilakukan sebagai langkah penyiapan naskah akademik “Pengembangan Pendidikan Bela Negara di Pesantren”. Setelah itu akan dirumuskan rekomendasi bahan pengembangan kebijakan sebagai acuan penyusunan dokumen program pendidikan bela negara di pesantren oleh Kemenag RI.

Wakil Ketua GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI ini juga sempat menjelaskan bahwa bela negara sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan negara, dalam hal ini pemerintah yang sah, wajib dibela selama yang dilakukan bukanlah kemaksiatan.

KH Zaitun menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat peduli terhadap persoalan bela negara. Menurut ulama muda berdarah Gorontalo ini ada beberapa landasan yang menjadi dasar. Antara lain, Islam adalah agama yang sangat manusiawi dan ajarannya datang untuk memelihara. Termasuk di dalamnya adalah memelihara tumpah darah dan kehormatan umat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia.

Beliau melanjutkan penjelasannya bahwa Islam mendorong untuk mempertahankan hak, cinta tanah air, hisbah (amar ma’ruf nahi munkar),dan jihad fiisabilillah. Semua ajaran dalam Islam ini sejalan dengan program bela negara yang dicanangkan oleh pemerintah.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini juga mengajak semua lapisan masyarakat agar mengedepankan positive thinking atau husnuzhzhan. Umat harus berbaik sangka dan mendukung program bela negara yang dicanangkan pemerintah ini.

Workshop ini dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai ormas, MUI, pesantren, serta beberapa unsur dari Kementerian Agama RI.

Apung / Artikel Syiar Islam / 13.40 wib 21 Maret 2017.

About Author

Related items

  • Mana yang Lebih Dulu, Nabi Adam Atau Manusia Purba?

    Attabayyun.com-Jakarta- Tanpa harus mengkonfrontir teori manusia purba dengan Al-Quran, sebenarnya ilmu pengetahuan terbaru sudah mematahkannya. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori tentang manusia purba semakin jelas kebohongannya. Bukti-bukti ilmiah yang dahulu sering diajukan oleh kalangan evolusionis, satu per satu kini terbantahkan. Semakin hari semakin terkuak fakta bahwa teori manusia purba adalah sebuah kebohongan besar.

    Selama ini kita memang dicekoki teori manusia purba dalam kurikulum pendidikan. Para evolusionis telah merekayasa skema khayalan dengan sangat fantastis. Bahkan seringkali dilengkapi dengan ilustrasi yang nampak sangat realistis. Konyolnya, semua itu masuk ke dalam kurikulum pendidikan di seluruh dunia, termasuk di dunia Islam.

    Mereka memasukkan Australopithecus, ras kera yang telah punah sebagai ras ‘nenek moyang manusia’. Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia.

    Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spicies yang berbeda. Faktanya, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Banyak yang hidup pada priode yang sama yang berarti tidak ada evolusi, bahkan ada yang lebih tua dari jenis yang diklaim sebagai nenek moyangnya.

    Tatkala para evolusionis tak juga menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, terpaksa mereka melakukan kebohongan. Contoh yang paling terkenal adalah manusia Piltdown yang dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia. Fosil ini telah membohongi dunia ilmu pengetahuan selama 40 tahun.

    Kisahnya pada tahun 1912 seorang ahli palaentologi amatir bernama Charles Dawson mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah tulang rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000 tahun.

    Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown dilakukan dan setelah dipajang di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar dibuat. Banyak artikel ilmiah tentang manusia piltdown ini, termasuk 500 tesis doktor tentangnya.

    Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan kepalsuannya. Tengkorak tersebut berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun. Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu persendiannya disumpal. Setelah itu seluruh fosil diwarnai dengan potasium dokromat agar tampak kuno.

    Kalau kita menyodorkan ayat Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Karim dan hadits Rasulullah SAW tentang manusia pertama, besar kemungkinan para hamba sahaya teori evolusi akan menentangnya. Mereka akan mencari alibi dan dalih untuk membuat penafsiran ‘lain’ alias menentang kebenaran yang ada di dalamnya.

    Berapa banyak dari umat Islam yang masih saja percaya bahwa ada manusia sebelum nabi Adam. Fanatisme buta kepada teori evolusi telah membuat mereka menentang apa yang telah Allah SWT sampaikan dalam kitab suci.

    Jadi jawaban yang benar adalah bahwa manusia purba tidak pernah ada, sebab teori evolusi juga tidak pernah terbukti. Ada sejuta kejanggalan yang memaksa teori evolusi termasuk teori manusia purba harus dihapus dari kurikulum pendidikan sekolah.

    Adam alaihissalam adalah makhluk cerdas pertama di muka bumi. Dengan kedatangan beliau, maka untuk pertama kalinya bumi didatangi oleh makhluk cerdas dari luar angkasa (alien). Kecerdasan manusia sungguh merupakan loncatan besar dalam sejarah bumi, yang sebelumnya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk kelas bawah berupa hewan dan tumbuhan. Tidak pernah ada makhluk asli bumi yang mengalami proses evolusi, kecuali hanya ada di film-film Holywood saja.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

  • Amr Bin Ash, Saudagar Makkah yang Mahir Berdiplomasi
  • MUI: Syiarkan Islam dengan Dakwah yang Mendidik

    Attabayyun.com-Jakarta- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Sumatera Barat, mengimbau para ulama maupun dai untuk bisa menumbuhkan syiar Islam lewat berdakwah selama Ramadhan 1438 Hijriah.