BREAKING NEWS
Istimewa Istimewa

Masjid Telok Manok Perpaduan Tiga Entitas

Attabayyun.com-Jakarta- Jika dilihat seni arsitekturnya, bangunan masjid ini merupakan perpaduan antara gaya arsitektur tiga entitas Asia, yaitu Thailand, Melayu, dan Cina. Hal itu bisa dilihat dari atap dan beberapa ukuran yang terdapat di sejumlah bagian kayu. Atap masjid ini bentuknya melengkung seperti halnya atap kuil tempat ibadah mayoritas etnis Tionghoa.

Atap masjid dibuat terdiri atas dua lapis. Lapis atap pertama dibuat lebih lebar sehingga menutupi seluruh bangunan, sementara lapis atap kedua lebih kecil fungsinya untuk memperindah bangunan masjid yang berdiri di atas tanah kurang lebih 200 meter persegi tersebut.

Bangunan utama Masjid Telok Manok terdiri atas dua bangunan yang digabungkan menjadi satu. Keseluruhan bangunannya merupakan bangunan rumah panggung sebagaimana rumah tradisional Melayu. Rumah panggung dibangun selain untuk menghindari binatang buas, juga untuk mengantisipasi iklim lembab kawasan setempat.

Sebelum masuk ke masjid, kita harus melewati beberapa anak tangga yang terbuat dari material umum. Anak tangga ini merupakan akses satu-satunya untuk bisa masuk ke dalam masjid.

Setelah berada di dalam masjid kita akan kembali menemukan paduan seni yang sangat kental. Karya seni khas Cina terlihat dari banyaknya ukiran abstrak yang terdapat pada lempengan kayu, sementara seni Melayu terdapat pada ukiran kerawang menghias daun jendela masjid ini.

Seperti keseluruhan struktur bangunan, kreativitas begitu mencolok pada pembuatan jendela kayu. Ukiran khas Melayu juga menyentuh kayu penopang atap masjid hingga ke bagian ujung penopang atap.

Pada awalnya, bangunan masjid ini menggunakan atap daun palem, namun kemudian diganti dengan atap genteng buatan lokal pedalaman gaya Patani. Bentuk atap masjid ini memang tak lazim, meski dibangun dalam bentuk atap bersusun dua, atap paling atasnya itu dibangun di atas struktur yang merupakan lapisan atap di bawahnya.  

Ruang utama masjid yang memiliki lebar kurang lebih 100 meter persegi ini disekat menjadi dua. Untuk menghubungkan antara ruangan depan dan belakang, sebagai penyekat dibuatkan dua buah pintu. Kedua ruangan tersebut tetap menjalankan fungsinya sebagai tempat beribadah dan memberikan kenyamanan bagi para jamaah masjid.

Tak heran jika masjid ini menjadi favorit warga sekitar untuk menunaikan ibadah wajib dan sunah. Sehari-harinya, tak kurang dari 50 jamaah mendatangi masjid ini untuk beribadah. Pada hari-hari besar, jumlahnya bisa membeludak, mencapai 200 orang. 

Tak jauh dari masjid ini, terdapat sungai. Sungai yang membentang membelah desa Telok Manok ini menjadi sumber air bersih utama untuk berwudhu bagi para jamaah. Pemakaman Islam kuno juga ditemukan tak jauh dari lokasi masjid ini berada.