BREAKING NEWS
Inilah Jenis Pelayanan Kursi Dorong di Masjidil Haram

Inilah Jenis Pelayanan Kursi Dorong di Masjidil Haram Featured

Attabayyun.com-Jakarta- Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arsyad Hidayat. mengatakan para jamaah haji asal Indonesia perlu mengetahui bahwa ada tiga jenis pelayanan kursi dorong (wheelchairs) yang disiapkan pihak Masjidil Haram. Hal itu adalah  yaitu pelayanan Kursi dorong manual berbayar, pelayanan kursi dorong sosial, dan pelayanan kursi motor elektrik 

 

"Pelayanan Kursi dorong manual disiapkan di seluruh lantai area Masjidil Haram mulai dari lantai basement, lantai 0, lantai 1 dan lantai 2. Kursi dorong manual bisa diberikan kepada jamah haji yang sakit, cacat atau kecapean dalam melaksanakan ibadah. Kursi dorong dapat digunakan thawwaf atau Sai. Ada biaya yangg dikenakan kepada jmh haji utk menggunakan kursi tersebut,'' kata Arsyad yang saat ini tengah berada di Makkah, Rabu (26/7).

Bagi jamaah yang ingin menggunakan jasa tersebut untuk Thawaf dikenakan biaya 125 Saudi Real (SR), adapun biaya jasa Sa'i 75 SR. Sedangkan untuk paket gabungan, atau paket Thawaf dan Sai, dikenakan biaya sebesar 200 SR.

"Untuk dapat menggunakan jasa layanan kursi dorong tersebut jamaah langsung berhubungan dengan petugas haji yang stand by di area Sai (dekat Shafa). Mereka berseragam dan memakai rompi dan bertopi serta memiliki identitas nama yg tertempel Di rompinya,'' kata Arsyad yang dalam kurun beberapaa tahun sebelum ini sempat menjabat sebagai Kadaker Makkah.

Sedangkan untuk pelayanan kursi motor elektrik, fasilitas itu diprioritaskan untuk orang tua dan penyandang disabilitas. Kursi motor elektrik disewakan kepada jamaah yang membutuhkannya.

''Nanti ada dua jenis kursi motor elektrik yg disewakan.Pertama, jenis kursi motor kapasitas satu tempat duduk. Kedua, kursi motor elektrik kapasitas dua Tempat duduk. Biaya yangg dikenakan untuk kursi motor dengan satu tempat duduk sebesar SAR 100 untuk paket Thawaf dan Sai ( Thawaf 50 SR dan Sai 50 SR). Adapun untuk kursi motor dua Tempat duduk SAR 200 untuk paket Thawaf dan Sai (Thawaf 100 SR dan Sai 100 SR)," ujar Arsyad lagi.

Untuk menjangkau lokasi penyewaannya, lanjut Arsyad, jamaah haji masuk ke area Sai melalui pintu 'Arqam' dan naik escalator ke area 'Mizan' yang berada di lantai 1 Masjidil Haram. Keemudian berjalan ke arah area Shafa (Tempat mulai Sai). Di sana akan menemukan counter penyewaan kursi motor elektrik.Beberapa petugas yang stand by di counter pandai berbahasa Indonesia.

"Pelayanan kursi dorong gratis yang disiapkan oleh Lembaga Relawan Ahya Makkah. Pelayanan tersebut hanya dikhususkan untuk jamaah yang sakit, orangg tua, dan penyandang disabilitas,'' katanya.

Dan untuk dapat menjangkau tempat pelayanan tersebut, jamaah haji harus masuk ke area Sai lantai 1 melalui pintu Arqam atau pintu lainnya dan langsung menuju Shafa. Di tengah bundaran Shafa terdapat kantor pelayanan kursi gratis. Jamaah di situ bisa langsung menghubungi petugas di kantor tersebut.

"Kepada petugas di sana jamaah perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi dirinya.  Dan setelah dianggap layak mendapatkan fasilitas itu maka mereka jamaah akan mendptkan layanan kursi dorong gratis tersebut,'' tandas Arsyad menerangkan.

About Author

Related items

  • Kereta Api Haramain Rute Jeddah-Makkah Siap Diluncurkan

    Attabayyun.com-Jakarta- Saudi Railways Organization (SRO) pada hari Selasa (24/7) melakukan uji coba lengkap lengkap dari Jeddah ke Madinah.

    Menjelang kecepatan 330 kilometer per jam, kereta baru bisa mengurangi waktu tempuh antara kedua kota hingga 90 menit. Lokomotif listrik 12.000 tenaga kuda baru akan menghemat 120 menit perjalanan antara Jeddah dan Madinah.

    Pangeran Abdullah Bin Bandar Bin Abdulaziz, wakil emir wilayah Makkah, Menteri Perhubungan Sulaiman Al-Hamdan, tim pejabat Spanyol bersama dengan pejabat Organisasi Perkeretaapian Saudi, para ahli dari Saudi Rail Road dan perwakilan media lokal dan internasional hadir dalam uji coba itu.

    Saudi Railways Organization saat ini melakukan tes untuk memeriksa kompatibilitas semua komponen sistem kecepatan tinggi.

    Uji coba dimulai di stasiun Al-Sulaimaniah di Jeddah pada pukul 01:00 siang. Dan kereta yang membawa sekitar 470 penumpang melaju ke King Abdullah Economic City (KAEC) di Rabigh. Setelah singgah sekitar 1 jam 15 menit kereta berangkat menuju Madinah jam 3:00 sore, akhirnya sampai di Kota Nabi pukul 4:15 malam.

    Kereta api melaju dengan kecepatan antara 300-330 kiometer perj jam, selama 90 menit berjalan di antara kedua kota tersebut.

    Jalur kereta api berkecepatan tinggi Haramain adalah jaringan 450km yang menghubungkan dua kota suci Kerajaan Makkah dan Madinah melalui stasiun-stasiun di bandara baru di Jeddah dan di King Abdullah Economic City dekat Rabigh. Dan khusus soal batas tertinggi keepatan  kereta api ini dinyataan dirancang untuk mencapai kecepatan hingga 360 per jam.

  • Perjalanan Haji Abdullah yang Terhenti

    Attabayyun.com-Jakarta- Perjalanan haji Abdullah bin Mubarak ke Tanah Suci terhenti kala ia sampai di kota Kufah. Dia melihat seorang perempuan sedang mencabuti bulu itik. Dari bau dan leher yang tidak disembilih, Abdullah tahu, itik itu adalah bangkai.

    “Ini bangkai atau hasil sembelihan yang halal?” tanya Abdullah memastikan.

    “Bangkai. Aku dan keluarga biasa memakan bangkai ini,” jawab si perempuan.

    Ulama hadis yang zuhud ini heran, “Mengapa di kota yang keren ini ada orang menyantap bangkai?”

    Dia pun mengingatkan perempuan tersebut bahwa tindakannya adalah haram. Si perempuan menjawab dengan pengusiran. Abdullah pun pergi tapi selalu datang lagi dengan nasihat serupa. Berkali-kali. Hingga suatu hari perempuan itu menjelaskan perihal keadaannya.

    “Aku memiliki beberapa anak. Selama tiga hari ini aku tak mendapatkan makanan untuk menghidupi mereka.”

    Hati Abdullah bergetar. Dengkulnya lemas mendengar cerita itu. Segera ia pergi dan kembali lagi bersama keledainya dengan membawa makanan, pakaian, dan sejumlah bekal.

    “Ambillah keledai ini berikut barang-barang bawaannya. Semua untukmu, Wahai Perempuan.”

    Musim haji berlalu. Tapi Abdullah bin Mubarak masih di Kufah. Artinya, ia gagal menunaikan ibadah haji tahun itu. Dia pun memutuskan bermukim sementara di sana, sambil menunggu para jamaah haji pulang ke negeri asal dan ikut bersama rombongan.

    Begitu tiba di kampung halaman, Abdullah disambut antusias masyarakat. Mereka beramai-ramai memberi ucapan selamat atas ibadah hajinya. Abdullah malu. Keadaan tak seperti yang disangkakan oran-orang. Tapi Abdullah tidak berbohon.

    “Sungguh aku tidak menunaikan haji tahun ini,” katanya meyakinkan para penyambutnya.

    Sementara itu, kawan-kawannya yang berhaji menyuguhkan cerita lain. “Subhanallah, bukankah kami menitipkan bekal kepadamu saat kami pergi kemudian mengambilnya lagi saat Kau di Arafah?”

    Yang lain ikut menanggapi, “Bukankah Kau yang memberi minum kami di suatu tempat sana?”

    “Bukankah Kau yang membelikan sejumlah barang untukku,” kata satunya lagi.

    Abdullah bin Mubarak semakin bingung. “Aku tak paham dengan apa yang kalian katakan. Aku tak melaksanakan haji tahun ini.”

    Hingga malam harinya, dalam mimpi Abdullah mendengar suara, “Hai Abdullah, Allah telah menerima amal sedekahmu dan mengutus malaikat menyerupai sosokmu, menggantikanmu menunaikan ibadah haji.”

    Demikianlah, cerita Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qulyubi kitab an-Nawâdir. (Diterjemahkan oleh Mahbib Khoiron, tinggal di Jakarta)

  • Jumlah Karpet dan Negara Pembuat Karpet Masjid al-Haram

    Attabayyun.com-Jakarta- Badan Takmir Masjid Nabawi dan Madinah memiliki tugas utama dalam urusan kebersihan dan alas lantai Masjid al-Haram, Makkah: