Thursday, 17 November 2016 00:00

Inilah Cara Mendidik Anak Yang Tidak Mau Shalat

Attabayyun.com- Jakarta-Islam telah mengatur segala aspek kehidupan di muka bumi ini dengan sempurna. Termasuk mengatur cara mendidik anak yang tidak mau shalat dengan memukulnya. Ibnul Qayim rahimahullah berkata, “Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ‘Tidak boleh memukul lebih dari sepuluh kali kecuali dalam masalah hudud’ maksudnya dalam hal jinayat (pidana kriminal seperti mencuri, dan lain-lain) yang merupakan hak Allah.

 

Jika ada yang bertanya, “Kapan harus memukul di bawah sepuluh kali jika yang dimaksud hudud dalam hadits tersebut adalah jinayah?”

Jawabannya adalah "saat seorang suami memukul isterinya atau budaknya atau anaknya atau pegawainya dengan tujuan mendidik atau semacamnya. Maka ketika itu tidak boleh memukul lebih dari sepuluh kali. Ini merupakan kesimpulan terbaik dari hadits ini.” (I’lamul Muwaqqi’in, 2/23)

Selayaknya hal tersebut dilakukan tidak di depan orang lain untuk melindungi kehormatan sang anak atas dirinya dan orang lain dari teman-temannya atau selainnya.

Syekh Ibn Baz rahimahullah berkata,“Perhatikanlah keluarga dan jangan lalai dari mereka wahai hamba Allah. Hendaknya kalian bersungguh-sungguh untuk kebaikan mereka. Perintahkan putra putri kalian untuk melakukan shalat saat berusia tujuh tahun, pukullah mereka saat berusia sepuluh tahun dengan pukulan yang ringan yang dapat mendorong mereka untuk taat kepada Allah dan membiasakan mereka menunaikan shalat pada waktunya agar mereka istiqomah di jalan Allah dan mengenal yang haq sebagaimana hal itu dijelaskan dari riwayat shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” (Majmu Fatawa Bin Baz, 6/46)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,“Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan agar kita memerintahkan anak-anak kita melakukan shalat saat mereka berusia tujuh tahun, atau kita memukul mereka saat mereka berusia sepuluh tahun. Padahal ketika itu mereka belum berusia balig. Tujuannya adalah akar mereka terbiasa melakukan ketaatan dan akrab dengannya. Sehingga terasa mudah dilakukan apabila mereka telah besar dan mereka mencintainya. Begitupula dengan perkara-perkara yang tidak terpuji, tidak selayaknya mereka dibiasakan sejak kecil meskipun mereka belum balig, agar mereka tidak terbiasa dan akrab ketika sudah besar.” (Fatawa Nurun ala Darb, 11/386)

Beliau juga berkata, “Perintah ini bermakna wajib. Akan tetapi dibatasi apabila pemukulan itu mendatangkan manfaat. Karena kadang-kadang, anak kecil dipukul tapi tidak bermanfaat pukulan tersebut. Hanya sekedar jeritan dan tangis yang tidak bermanfaat. Kemudian, yang dimaksud pukulan adalah pukulan yang tidak melukai. Pukulan yang mendatangkan perbaikan bukan mencelakakan.” (Liqo Al-Bab Al-Maftuh, 95/18)

Beliau juga berkata, “Tidak boleh dipukul dengan pukulan melukai, juga tidak boleh memukul wajah atau di bagian yang dapat mematikan. Hendaknya dipukul di bagian punggung atau pundak atau semacamnya yang tidak membahayakannya. Memukul wajah mengandung bahaya, karena wajah merupakan bagian teratas dari tubuh manusia dan paling mulia. Jika dipukul bagian wajah, maka sang anak merasa terhinakan melebihi jika dipukul di bagian punggung. Karena itu, memukul wajah dilarang.” (Fatawa Nurun ala Darb (13/2)

Syekh Fauzan berkata, “Pukulan merupakan salah satu sarana pendidikan. Sorang guru boleh memukul, seorang pendidik boleh memukul, orang tua juga boleh memukul sebagai bentuk pengajaran dan peringatan. Seorang suami juga boleh memukul isterinya apabila dia membangkang. Akan tetapi hendaknya memiliki batasan. Misalnya tidak boleh memukul yang melukai yang dapat membuat kulit lecet atau mematahkan tulang. Cukup pukulan seperlunya.”  (Ighatsatul Mustafid Bi Syarh Kitab Tauhid, 282-284). []

 

Sumber: Islampos

Published in BERITA

Attabayun.com-Jakarta-Surga merupakan tempat yang di dambakan oleh setiap orang. Hampir setiap hari kita selalu berfikir, dapatkah diri kita masuk kesurga,tanpa melewati neraka terlebih dahulu?. Tapi ternyata surga tidak hanya satu, melainkan banyak macamnya, salah satunya adalah Surga'adn. Surga ini dapat dimasuki oleh 4 golongan manusia yang mempunyai amalan berikut ini.

 

1. Orang yang Bertakwa Kepada Allah SWT
Orang pertama yang akan menjadi calon penghuni surga ‘Adn adalah mereka yang senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. Orang yang demikian ini akan meninggal dalam keadaan baik dan akan langsung masuk ke dalam surga. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

“(Yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), ‘Salaamun`alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.’” (Q.S. An-Nahl [16]: 31-32)

2. Orang yang Benar-Benar Beriman dan Beramal Saleh
Tidak hanya untuk orang-orang yang bertakwa, ternyata surga ‘Adn juga diperuntukkan bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan senantiasa melakukan amal shaleh. Beriman di sini maksudnya adalah mempercayai keberadaan Allah SWT dengan hati, lisan dan perbuatannya. Orang-orang yang seperti ini akan kekal berada dalam surga sebab mereka terhindari dari kemaksiatan dan kekafiran.

“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia). (Yaitu) surga Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).” (Q.S. Thaahaa [2]: 75-76)

3. Orang yang Banyak Berbuat Baik
Menjadi orang baik merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh kaum muslimin. Sebab kebaikan akan membawa kebahagiaan baik di dunia ataupun di akhirat kelak. Bahkan orang yang senantiasa berbuat baik kepada sesama akan dibalas oleh Allah SWT dengan dimasukkannya ke dalam surga. Di sini, para penghuninya akan diberi perhiasan berupa gelang-gelang dari emas dan mutiara. Bahkan mereka akan dikenakan pakaian dari sutera, hal tersebut sesuai dengan firman Allah Ta’ala yang artinya:

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih cepat berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.” (Q.S. Fathir [35]:32-33)

4. Orang yang Sabar, Menginfakkan Hartanya dan Membalas Kejahatan dengan Kebaikan
Golongan terakhir yang akan menjadi penghuni surga ‘Adn yaitu orang yang sabar dan menginfakkan harta serta membalas kejahatan dengan baikan. Tentu saja agak sulit untuk menjadi orang yang demikian, akan tetapi bagi mereka yang beriman dan bertakwa itu merupakan suatu hal yang mudah. Hal ini dikarenakan mereka mengetahui balasan luar biasa dari Allah apabila mereka bisa melaksanakan perintah tersebut.

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.” (Q.S. Ar Ra’d [13]: 22-23).[]

 

Sumber: Islampos

Published in BERITA
Page 2 of 3