Wednesday, 16 November 2016 00:00

Indahnya Masjid Pink dari Malaisya

Bagi anda yang datang ke daerah Putrajaya, rasanya tidak lengkap jika anda tidak mendatangi masjid unik nan cantik ini. Berada di daerah pusat pemerintahan negara Malaisya. Masjid yang berada di dataran putra ini, menghadap langsung ke arah Danau Putra. Sehingga udara khas dan pemandangan indah danau pun dapat dirasakan dari Mesjid ini.

Masjid Pink atau Masjid Putra, diambil dari nama perdana menteri Malaysia Tuanku Abdul Rahman Putra Al-Haj. Masjid yang berarsitektur Persia ini mampu menampung sebanyak 8000 jamaah.

Keunikan mesjid yang dibangun pada September 1997 lalu ini, menyimpan keunikan tersendiri pada setiap sudut bangunannya.

Kubah utama masjid putrajaya berwarna pink cerah, dengan hiasan ukiran yang meniru konsep masjid di timur tengah. Untuk desain interiornya terinspirasi dari ukiran tradisional Malaysia. Seperti ukiran lokal dari kayu jati dan seraya hitam.

Menara Masjid Putrajaya setinggi 116 meter berdiri di sebelah kiri gapura masjid. Berbentuk bintang segidelapan yang mencerminkan khas arsitekur Islam. Menara masjid yang terdiri dari 5 lantai, merupakan simbol dari 5 pilar Islam dan kewajiban sholat 5 waktu.

Pada lantai dasar masjid yang diresmikan oleh JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) Malaysia pada 18 Juni 1999 ini terdapat 8 hiasan ukiran berbentuk kubah, seperti sarang lebah pada setiap ujung langit-langitnya.

Sedangkan pada basement lantai dua, konsep desain memproyeksikan kekuatan dan pertahanan dengan menampilkan tembok pertahanan yang menglilingi sekitar masjid. Kemudian pada lantai dasar mengusung konsep open consept, terdapat "umbrella column" yang melindungi jamaah yang sedang beraktifitas dari panas dan hujan.

 (MuslimahDaily.com)

Published in PROFIL
Thursday, 13 October 2016 00:00

Melihat Bentuk Masjidil Haram Masa Depan

Sejak tahun 2007, Masjidil Haram mengalami proyek perluasan. Nantinya, masjid suci ini akan bisa menampung hingga jutaan jemaah. Bagaimana bentuknya di masa depan?

Gambaran Masjidil Haram masa depan bisa dilihat di museum dua masjid Suci di Hudaibiyah. Di sana, ada maket bentuk dan luasan Masjidil Haram dengan kapasitas yang sangat besar untuk menampung jemaah. Terlihat dari maket tersebut, Masjidil Haram nantinya bakal lebih luas di arena tawaf. Di area utama, bakal lebih banyak jemaah yang bisa ditampung. Termasuk juga di area lantai dua dan lantai tiga.

Khusus untuk area salat, kawasan Bab Abdullah yang sebagian sudah dibuka, bakal diperpanjang ke bagian belakang. Nantinya, para jemaah tak perlu berdesakan menuju arena tawaf bila ingin mengikuti salat fardlu di masjid suci tersebut.Saat ini, proyek perluasan di arena tawaf sudah hampir selesai. Begitu juga sebagian bangunan tambahan di Bab Abdullah. Yang masih dalam proses pembangunan, adalah tambahan area di sekitar Bab Abdullah dan beberapa titik lainnya.

Prediksinya, proyek perluasan Masjidil Haram ini akan selesai total pada tahun 2020. Kapasitas masjid nantinya akan bisa menampung sekitar dua juta jemaah. Masjid yang sebelumnya memiliki luas 356 ribu meter persegi akan berubah menjadi 400 ribu meter persegi.

Proyek ini sedikitnya menghabiskan biaya sekitar US$ 10,6 juta. Dengan kapasitas baru nanti, jemaah yang ditampung bisa mencapai 2,5 juta orang. Penggarapnya adalah perusahaan konstruksi Bin Ladin Group.Imbas dari proyek perluasan ini, jemaah haji di seluruh dunia dikurangi kuotanya sejak tahun 2013 lalu sebanyak 20 persen.

Indonesia pun kebagian jatah pengurangan jemaah. Dari sebelumnya kuota 211 ribu dikurangi menjadi 168.800 orang. Rencananya, kuota jemaah akan kembali normal pada tahun 2017 mendatang. Sebab, proyek perluasan khusus di arena thawaf sudah hampir rampung. Indonesia pun akan mendapatkan kembali jatahnya sebanyak 211 ribu orang.

Published in PROFIL

Jika berkunjung ke Malang, jangan kaget jika mendengar cerita adanya masjid yang dibangun dalam semalam. Masjid Tiban atau yang juga dikenal sebagai masjid jin ini terletak di Jalan Wakhid Hasyim Gang Anggur Nomor 10, Desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang.

Masjid megah setinggi sepuluh lantai ini berdiri di tengah permukiman penduduk. Julukan Masjid Tiban disematkan pada masjid ini karena pembangunannya yang amat kilat.

Masyarakat tak pernah melihat adanya proyek pembangunan di lokasi itu. Namun dalam semalam, tiba-tiba berdiri bangunan di tengah rumah permukiman warga. Masjid yang sekaligus pondok pesantren tersebut kini ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain karena cerita gaib yang beredar, pengunjung juga penasaran melihat langsung bangunan masjid yang unik.

Iphoenk HD Purwanto, santri yang biasa menjadi pemandu di masjid membantah kisah yang santer beredar itu. Menurutnya pembangunan masjid memang tidak melibatkan masyarakat sekitar dan tidak menggunakan alat-alat berat. "Wajar kalau masyarakat tidak tahu ada pembangunan masjid di balik pagar karena semua dikerjakan oleh santri," jelas pria yang akrab disapa Gus Ipung ini.

Nama Pondok Pesantren (ponpes) Salafiyah ini adalah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlrah). Nama itu mengandung makna lautannya lautan yang berasa madu dan memiliki keutamaan kasih sayang. "Rintisan ponpes dimulai sejak 1963," imbuh Gus Ipung.

Menurutnya, cikal bakal masjid tiban berawal dari mushala yang sering dipakai warga setempat. Pemilik mushala yaitu Romo KH Rahmat Bahru Mafdoluddin Sholeh dan istrinya Hajjah Luluk Rifqoh Al Mahbubah memang berniat menjadikan mushala sebagai pusat ibadah dan pembelajaran. Kini, ponpes Bi Ba'a Fardlah menampung 350 santri beserta keluarganya.

Perencanaan pembangunan masjid pun tak bisa sembarangan. Pencetus ponpes yang oleh masyarakat dipanggil Rama Kyai dan Bu Nyai membangun masjid dan ponpes berdasarkan shalat istikharah. Tak ada campur tangan arsitek apalagi alat berat selama pembangunan masjid.

Seluruh proses pembangunan mulai pembuatan batu bata, pembuatan ornamen masjid, hingga pengadukan semen dilakukan secara manual oleh para santri. Maka saat menginjakkan kaki ke komplek seluas 6,5 hektar ini, pengunjung disuguhi arsitektur bangunan yang tak biasa. "Orang menyebutnya mirip campuran arsitektur Timur Tengah, Thailand, dan Jawa," jelas Gus Ipung.

Wawan Hermawan adalah salah satu yang datang karena penasaran dengan cerita gaib masjid ini. Tidak ada rasa takut pada dirinya saat mendengar cerita tersebut. "Semakin penasaran dan setelah datang sendiri baru percaya masjid dibangun manusia karena melihat orang-orang bekerja," ujarnya.

Published in PROFIL

Jamaah haji Indonesia mulai meramaikan suasana shalat Jumat di Masjid Nabawi, Madinah, Jumat (23/9). Di beberapa sudut masjid Nabawi, terlihat wajah jamaah haji Indonesia yang mulai mewarnai suasana Masjid Nabawi.

Kepala Seksi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daerah Kerja Madinah Erwin Julistiyawan mengatakan, sampai dengan Jumat (23/9) pukul 16.47 waktu Arab Saudi, sebanyak 6.161 jamaah haji Indonesia sudah tiba di kota Nabi, dengan rincian terdiri dari 6.086 orang jamaah haji dan 75 orang petugas haji.

Selama di Madinah, seperti dilaporkan Mohamad Amin Madani, wartawan Republika yang kini berada di Madinah, jamaah haji Indonesia akan ditempatkan di 115 hotel yang terletak di kawasan Markaziah, yang berdekatan dengan Masjid Nabawi dengan jarak terjauh maksimal sekitar 600 meter.
 
Lebih lanjut, Erwin Julistiyawan mengungkapkan, jumlah total jamaah haji Indonesia untuk pemberangkatan gelombang kedua sekitar 67 ribuan jamaah haji yang tergabung dalam 171 kelompok terbang (kloter).

Jamaah gelombang kedua ini akan berada di Madinah selama lebih kurang sembilan hari untuk melaksanakan shalat Arbain atau shalat wajib 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi. Selanjutnya jamaah haji akan dipulangkan ke Tanah Air langsung melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah, Arab Saudi.

Published in PROFIL

Attabayyun.com-Jakarta- Masyarakat Muslim Indonesia yang ada di Inggris mengadakan acara pengalangan dana bagi pembangunan masjid yang saat ini menempati rumah di daerah Colindale, London.

Acara pengalangan dana yang diadakan di Indonesia Islamic Centre (IIC) dihadiri Dubes RI di London Dr Rizal Sukma serta para pengurus serta sesepuh Muslim Indonesia di antaranya Djamal Djamalullail, Berry G Natalegawa, Nurdin Ibrahim dan Nahnuddin Royandi Abbas.

Ketua IIC Memet Purnama Hasan kepada Antara London, Senin (10/10), mengatakan pengalangan dana sudah beberapa kali dilakukan namun masih belum mencukupi untuk mengalokasi Indonesia Islamic Centre.

Penggalangan dana dilakukan dengan cara lelang dan mengadakan bazar makanan dan pakaian, katanya.

Masjid akan digunakan untuk tempat ibadah selain sebagai pusat Islam Indonesia yang dapat membantu berbagai pihak dalam memberikan pengertian mengenai Islam Indonesia yang damai dan demokrasi.

Sementara itu, Rizal Sukma mengakui rencana pembangunan Masjid Indonesia di London sudah pernah didengarnya saat ia masih menuntut ilmu tahun 1992, namun hingga saat ini masih belum terwujud.

Ia mengatakan jumlah umat Muslim Indonesia termasuk mahasiswa di Inggris cukup banyak dan para alumni yang saat ini menduduki posisi yang cukup tinggi di tanah air sehingga bisa membantu bangun masjid.

Selain itu, para pengusaha Inggris yang ada usaha di Indonesia yang bisa membantu mewujudkan untuk membangun masjid.

"Mari sama-sama kita susun strategi dalam mewujudkan keinginan untuk mempunyai masjid Indonesia di London," ujar Rizal Sukma yang juga menjabat Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dikatakannya, pengalangan dana juga bisa dilakukan dengan mengajak pejabat Indonesia yang mengadakan kunjungan kerja di Inggris untuk menyisihkan dana untuk membangun masjid.

Acara pengalangan dana diisi dengan siraman rohani oleh Ustad Hamin, kosidah dan bazar kuliner Indonesia yang menarik perhatian undangan yang datang diantaranya warung bakso bola-bola Legowo, mpek-mpek Palembang yuk Ana, somai dan tahu isi warung Mbak Yuyun dan juga sate Padang dan sate kambing dari ibu Elvi Ibrahim serta stan baju muslimah, mukena dan jilbab dari Mbak Lusi yang laris manis diserbu pembeli dan sebagian dari hasil penjualan disumbangkan untuk masjid.

Published in PROFIL
Wednesday, 05 October 2016 00:00

Masjid Terindah Di Indonesia



Hampir tidak dijumpai lagi suatu daerah yang mayoritasnya kaum muslimin kosong dari masjid. Bahkan terlihat renovasi bangunan masjid-masjid semakin diperlebar dan diperindah serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas, agar dapat menarik dan membuat nyaman jama’ah.



Masjid Rahmatan Lil-Alamin
Masjid Rahmatan lil Alamin dibangun di Kampus Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Mesjid ini sangat megah.

Masjid ini bisa disebut sebagai salah satu mesjid terbesar di dunia yang berukuran 6 hektar dan berlantai 6 dengan kapasitas mencapai 100.000 orang


Masjid Dian Al Mahri
Masjid Dian Al Mahri Masjid Dian Al Mahri lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas Depok. Mesjid ini merupakan salah satu mesjid di dunia yang dibangun dengan kubah yang terbuat dari emas. Masjid ini dapat membuat takjub siapapun yang pernah melihatnya karena keindahannya terutama kubahnya yang terbuat dari emas. Mesjid ini terletak di Depok, Jawa Barat.

Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu.



Masjid Islamic center,Samarinda
Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi.

Published in PROFIL
Thursday, 21 July 2016 00:00

Non Muslim Masuk Masjid, Bolehkah?

Published in PROFIL