Menag Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Buka Festival Al-Quran UMY . (foto:yudi). Menag Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Buka Festival Al-Quran UMY . (foto:yudi).

Menag Buka Festival Al-Quran PTM/PTA

Attabayyun.com-Jakarta- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Festival Al-Quran Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTA) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (10/08). Melaluifestival ini, Menag berharap generasi muda dapat menerjemahkan Al-Quran dengan bahasa yang lebih puitis.

"Saya kira banyak generasi muda kita banyak yang mampu menerjemahkannya dengan gaya sastra yang sangat puitis,"ucap Lukman Hakim Saifuddin yang mengapresiasi festival ini.

"Saya atas nama pemerintah memberikan apresiasi yang setinggi - tingginya atas penyelenggaraan festival ini," kata Menag.

Turut hadir Pimpinan Pusat Muhammadiyah Idham Ilyas, Rektor UMY Bambang Cipto, Kepala Kanwil Kemenag Yogyakarta Nizar Ali, dan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Ferry Meldi.

Dalam Festival Al-Quran, digelar pameran Kebudayaan Islam Tanah Air. Turut dipamerkan dalam pameran ini, Mushaf Akbar dengan ukuran 145cm x 95 cm yang ditulis oleh Hayat dengan waktu penulisan 2 tahun. Mushaf akbar sempat menjadi perhatian Menag beserta rombongan.

Al-Quran terbesar di Jawa Tengah tersebut didatangkan langsung dari Masjid Agung Jawa Tengah. Ada pula Al-Quran terkecil di Indonesia serta miniatur masjid-masjid di Mekkah dan Madinah yang ditampilkan oleh Madrasah Mualimin/Mualimat. Selain itu juga terdapat manuskrip-manuskrip kuno peninggalan Islam yang ditampilkan oleh stan PP Muhammadiyah.

Pameran yang dibuka Menag ini juga memperlihatkan jejak sejarah kebudayaan Islam Indonesia. Kepada Pinmas, Ketua Panitia Pelaksana, Ghoffar Ismail menjelaskan tujuan dibukanya pameran secara terbuka agar masyarakat umum dapat melihat sejarah kebudayaan Islam di tanah air.

"Pameran ini didedikasikan untuk publik, agar masyarakat secara bersama-sama dapat melihat sekaligus belajar tentang sejarah kebudayaan Islam," kata Ghofar.

 

Sumber : kemenag.go.id