MUI Berharap Perbedaan Awal Ramadan Tidak Dibesar-besarkan MUI Berharap Perbedaan Awal Ramadan Tidak Dibesar-besarkan

MUI Berharap Perbedaan Awal Ramadhan Tidak Dibesar-besarkan Featured

Attabayyun.com-Jakarta- Beberapa tahun terakhir masyarakat Indonesia kerap mengalami perbedaan dalam penentuan awal Ramadan. Meskipun tidak bermasalah secara aturan agama, perbedaan itu memunculkan dampak sosial.

“Kalau memang terjadi perbedaan dalam menentukan awal puasa Ramadan nantinya tidak perlu dibesar-besarkan,” ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, di Jakarta, Senin, 25 April 2016.

Maruf mengatakan umat Islam tetap harus saling menghargai dan menghormati apabila terjadi perbedaan dalam menentukan awal puasa Ramadan. Sebab, dia meyakini perbedaan akan terus terjadi sebelum adanya sistem penyatuan kriteria dalam menentukan awal bulan.

“Jadi kalau masing-masing Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) Islam memiliki kriteria sendiri dalam menentukan awal bulan maka perbedaan akan terus terjadi,” ucap dia.

Meski begitu, Maruf berharap umat Islam menunggu sidang isbat atau penetapan yang akan digelar pemerintah dalam menentukan awal puasa Ramadan. Bagaimanapun hasilnya, dia berharap awal Ramadan dapat dirayakan serentak oleh umat Islam di Indonesia.

"Saya berharap awal puasa Ramadan serentak," kata dia.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016 dan 1 Syawal 1437 H, atau Lebaran jatuh pada Rabu 6 Juli 2016. Adapun Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) akan mengumumkan awal puasa Ramadan tahun ini bersamaan dengan sidang isbat.

Sumber : Dream.co.id