Muhajirin Yanis Muhajirin Yanis

Kemenag Minta Dukungan Kapolri Menindak Travel Umrah Tak Berizin Featured

ATTABAYYUN.COM, Jakarta - Makin maraknya operasional travel umrah tak berizin tidak saja membuat resah masyarakat namun jajaran pemerintah pun dibikin gerah dengan aksi tersebut. Oleh sebab itu, Kementerian Agama (Kemenag) berharap, Polri bisa lebih tegas lagi menindak travel-travel umrah tak berizin itu. Sebab, jika dibiarkan, korban akan terus berjatuhan.

“Kalau yang tidak berizin umrah, kami sulit menindaknya, sebab sesuai MoU dengan Polri, kasus itu masuk ranah polisi. Kalau tidak ditindak tegas, maka dikhawatirkan korban penipuan akan terus bertambah. Di lapangan, mereka terus mencari mangsa. Berani pasang spanduk dan sebar brosur ke kantong-kantong calon jemaah, padahal mereka melanggar UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, yang bila tak berizin, ancaman hukumannya empat tahun,” beber Muhajirin Yanis, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), Kemenag, di sela-sela memimpin rapat persiapan kunjungan haji dan umrah ke daerah rawan penipuan, Jakarta, Senin sore (15/02/2016).

Biasanya, sambung Yanis, ketika calon jemaah sudah setor uang, mereka langsung kabur menghilang entah kemana. “Modus ini selalu terjadi. Mereka sengaja memanfaatkan keluguan calon jemaah umrah yang tinggal di wilayah pedesaan. Oleh sebab itu, biar kapok kami berharap, ada pernyataan resmi dari Bapak Kapolri, untuk memerintahkan jajarannya semangat menindak tegas travel-travel tak berizin umrah tersebut. Dengan begitu, korban penipuan umrah dapat berkurang sesuai harapan,” tukasnya lagi.

Hadir dalam rapat tersebut Kasubdit Bina Petugas Haji Khoiridzi, Kasubdit Bimbingan Jemaah Ali Rokhmad, Kasubdit Bina Umrah Arfi Hatim dan beberapa eselon empat dan staf di lingkungan Ditjen PHU.