Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah

KUH Jeddah Berhasil Tuntut Pemilik Bus Qawafil Ganti Rugi Koper Hilang

ATTABAYYUN.COM, Jeddah - Upaya tim Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk meminta ganti rugi ke pihak perusahaan Bus Qawafil atas hilangnya koper jemaah haji akhirnya berhasil. Perusahaan Bus Qawafil bersedia memberikan ganti rugi sebesar 2.000 riyal dan menyerahkannya pada Minggu (14/02/2016) di kantornya yang berada di kawasan Syumaisi Makkah.

Ada dua jemaah haji yang kehilangan kopernya pada penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M. Mereka berdua berasal dari Kloter Batam 15 atas nama Haji Amrizal dan Haji Suraji. Koper meraka hilang dalam perjalanan dengan Bus Qawafil dari Makkah menuju Madinah. Bus Qawafil merupakan salah satu perusahaan transportasi darat yang dikontrak jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun 2015 lalu.

“Di tengah perjalanan itulah, koper dua jemaah haji tersebut jatuh,” demikian penjelasan ketua Kloter 15 Batam kepada pegawai KUH KJRI Jeddah, Ahmad Kurniawan Nadjib, sebagaimana dikutip dari laman resmi KUH KJRI Jeddah (kantorurusanhaji.com), Senin (15/02/2016).

Peristiwa ini sudah dilaporkan ke petugas di Daker Madinah sejak awal kehilangan. Petugas Pengawas Transportasi Daker Madinah juga langsung mengupayakan permohonan ganti rugi kepada pihak perusahaan transportasi. Sayang, upaya tersebut belum berhasil sampai operasional haji berakhir hingga akhirnya dilimpahkan ke KUH KJRI Jeddah.

Staf Teknis Haji II KUH KJRI Jeddah, Arsyad Hidayat beserta salah satu stafnya, Ahmad Kurniawan lalu menemui pihak perusahaan bus Qawafil. Pada awalnya, pihak perusahaan memang keberatan untuk memberikan ganti rugi. Pihak perusahaan merasa bahwa kehilangan koper jemaah haji bukan menjadi tanggung jawabnya.

“Itu adalah tanggungjawab bagian penyusunan bagasi dari hotel ke bus. Mungkin mereka tidak mengikat atau menempatkan koper jemaah dengan baik,” ujar Direktur Operasional Qawafil Sulaiman Ali beberapa waktu lalu. Sulaiman Ali juga menambahkan, semestinya kasus tersebut dilaporkan kepadanya langsung pada saat kejadian, bukan setelah operasional haji berakhir.

Akan hal ini, Arsyad menjelaskan bahwa kasus ini sudah dilaporkan petugas Pengawas Transportasi Daker Madinah pada saat operasional haji, namun pihak perusahaan tidak menanggapinya. Karena itu, jemaah haji yang kehilangan koper akhirnya mengadukan hal ini ke pihak KUH sekaligus meminta ganti rugi. Kepada Ali Sulaiman, Arsyah juga menjelaskan bahwa ada barang-barang berharga dalam koper yang hilang.

Setelah melalui komunikasi yang intens, pihak perusahaan bus Qawafil akhirnya bisa diyakinkan dan bersedia memberikan ganti rugi. “Tolong anda buat surat permohonan penggantian koper yang hilang itu,” ujar Sulaiman menyetujui permintaan ganti rugi yang diajukan pihak KUH.

Setelah surat dilayangkan, bos Qawafil kemudian memberikan ganti rugi dengan menyerahkan cek ke KUH sebesar 2.000 riyal atau setara7,4 juta rupiah. Menurut Arsyad, uang itu sesuai dengan nilai barang yang terdapat pada koper yang hilang sebagaimana disampaikan oleh jemaah haji yang kehilangan. Cek ganti rugi diserahkan langsung oleh Direktur Operasional Perusahaan Qawafil Sulaiaman Ali Asybir kepada Staf Teknis Haji II, Arsyad Hidayat pada Minggu (14/02/2016) di Makkah.