BREAKING NEWS
Ibnu Abbas dan Perihal Pakaian Ihram

Ibnu Abbas dan Perihal Pakaian Ihram Featured

Attabayyun.com-Jakarta- Melakukan ibadah haji bisa juga disebut tindakan bertamu, yakni bertamu ke rumah Allah atau yang dalam bahasa Arab disebut “baitullah”. Tahapan awal dalam melakukan ibadah haji adalah menjalankan ihram, dengan wujud niat dan memakai pakaian ihram. Pakaian ihram identik dengan warna putih serta tidak berjahit sehingga bisa dikatakan tak lebih berupa lembaran kain yang dililitkan ke tubuh.

Ibn Abbas, salah satu sahabat yang dijuluki “lautan ilmu”, serta sosok yang dapat dikatakan mengenal Nabi Muhammad dengan baik, memiliki “renungan” tersendiri perihal pakaian ihram. Imam Abu Bakr al-Bakri dalam Hasyiyah I’anatut Thalibin mengutip dari ar-Raudl al-Faiq, mengungkapkan bahwa suatu kali Ibn Abbas pernah ditanya perihal hikmah dari beberapa “perilaku” dalam ibadah haji.

Beliau lalu menyatakan “Tidak ada sedikitpun dari beberapa perilaku haji serta yang berkaitan dengannya, kecuali di dalamnya ada hikmah mendalam, nikmat yang lengkap serta cerita, sesuatu dan rahasia yang tiap mulut akan kesulitan dalam menjelaskannya”. Lalu Ibn Abbas  mengungkapkan tiga hal berkaitan pakaian ihram:

Pertama; kebiasaan manusia apabila mendatangi manusia lain maka akan memakai pakaian paling membanggakan. Dengan adanya keharusan ihram memakai kain putih tidak berjahit yang bertolak belakang dengan kebiasaan manusia tersebut, Allah seakan ingin memberi tahu bahwa tujuan untuk mendatangi tempat Allah berbeda dengan mendatangi tempat makhluk.

Hal ini bila dijabarkan lebih lanjut, kesadaran kita untuk mendatangi Allah haruslah berbeda dengan mendatangi manusia maupun makhluk secara umum. Allah adalah sang khaliq (pencipta), sedang selain-Nya adalah makhluk (ciptaan).

Perbedaan posisi keduanya mengharuskan perbedaan perilaku di hadapan keduanya. Memakai pakaian yang bagus di hadapan manusia lain bisa jadi untuk menjaga wibawa atau memperoleh kenyamanan orang yang melihat. Sebab manusia adalah makhluk dengan ikatan-ikatan benda duniawi pada dirinya.

Allah berbeda dengan manusia. Allah maha pencipta yang niscaya lebih kaya dari ciptaannya. “Nilai lebih” yang Allah pinta dari manusia adalah ketaqwaan yang sulit untuk dicerna dengan mata kepala.

Kedua; agar si hamba menyadari dengan menanggalkan segala sesuatu tatkala ihram, ia menanggalkan diri dari harta benda duniawi. Layaknya bayi yang keluar dari rahim ibunya tanpa memakai sehelaipun pakaian.

Hal ini menyiratkan bahwa memakai pakaian ihram adalah bentuk prilaku pemakainya dalam melepas hal-hal berbau duniawi. Di tubuhnya tidak ada sesuatu kecuali hal-hal yang digunakan untuk menutup aurat.

Ketiga; keadaan ihram menyerupai keadaan saat hadir di tempat dimana kelak kita dihisab oleh Allah di tempat tersebut.  Di mana Allah berfirman dalam surah an-Nisa’ ayat 40:

Artinya:  “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah,”

Dan dalam surah al-An’am ayat 94 Allah berfirman:

Artinya:  “Dan Sesungguhnya kamu datang kepada kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu kami ciptakan pada mulanya,”

Ketiga “renungan” Ibn Abbas tersebut memberi tahu pada kita bahwa dalam ihram yang merupakan permulaan haji, perlu ada kesadaran tersendiri bahwa pelakunya diajak melewati saat-saat menanggalkan diri dari hal-hal berbau duniawi meski masih hidup di dunia. Meski hal itu bertolak belakang dengan fitrah manusia yang tidak bisa hidup tanpa harta benda duniawi, tapi bukan berarti membuat kita merelakan kesadaran kita juga direbut olehnya. Wallahu a’lam bis shawab.

000

About Author

Related items

  • Manasik Haji : Makna dan Kegunaannya

    Attabayyun.com-Jakarta- Setelah ditelurusi, kata manasik merupakan fi’il madi dari nasaka–yansuku–naskan. Melalui kata ini, manasik memiliki empat arti. Pertama, manasik diartikan sebagai peribadatan (ibadah) secara umum. Arti ini sebagaimana pengertian dalam firman Allah: “Katakanlah; sesungguhnya salat, ibadah (nusuk), kematian dan kehidupanku itu adalah menjadi otoritas Allah yang menguasi alam semesta.” (Al-An’am: 163). Kedua, bisa berarti sembelihan yang ditujukan untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Swt.

  • Ini Warna Stiker dan Kode Layanan Rute Bus Shalawat

    Attabayyun.com-Jakarta- Selama di Makkah, jamaah haji asal Indonesia yang menempati pemondokan berjarak 1.500 m akan mendapatkan layanan angkutan bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam. Layanan Bus Shalawat mencakup 11 rute, 46 halte, 1 terminal transit, dan 3 terminal terakhir.

  • Muslim Indianapolis Kenalkan Islam dan Muhammad SAW

    Attabayyun.com-Jakarta- Satu bulan setelah papan iklan besar berisi hinaan terhadap Nabi Muhammad dipajang di Indianapolis, komunitas Muslim setempat memberikan balasan. Balasan itu berisi persuasif yang mengajak masyarakat mengenal Islam dan Nabi Muhammad lebih dekat.

    Papan raksasa tersebut berjudul  'Truthful Man' atau manusia yang penuh dengan kebenaran sebagai penggambaran Nabi Muhammad. Dalam papan itu juga dituliskan dengan huruf besar siapapun bisa memperoleh buku-buku tentang Islam dan Muhammad. “Dapatkan buku secara cuma-cuma. Hubungi 800-662-ISLAM,” demikian bunyi kalimat yang tertulis dalam bahasa Inggris dilansir dari lama USA TODAY, Kamis (20/7).

    GainPeace adalah kelompok Muslim yang menggagas ide pemasangan billboard ini. Dipasangnya papan iklan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang Nabi Muhammad. Iklan berlatar belakang warna putih itu rencananya dipasang sampai 30 Juli mendatang.

    Selain lewat pemasangan iklan, kampanye lain yang dilakukan adalah dengan mengirimkan 15 ribu kartu pos tentang Nabi Muhammad. Sebuah video berdurasi 30 detik juga akan dirilis di sosial media. Alasan kuat yang mendasari kampanye ini adalah keberadaan umat Muslim di AS yang mengalami diskriminasi dan menjadi korban pelecehan.

    Penelitian dari California State University menemukan bahwa peristiwa kriminal yang melibatkan isu anti-Muslim naik 78 persen di AS sejak 2015. “Penyerangan terhadap kaum Muslim disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai Islam dan Nabi Muhammad,” kata Direktur Eksekutif GainPeace, Sabeel Ahmad.

    Oleh karenanya GainPeace menawarkan kesempatan kepada warga non Muslim di AS untuk mengajarkan lebih dalam dari sumber utamanya yakni Alquran.

    Sebuah papan besar bernada provokatif terpasang di Indianapolis Juni lalu.  Meski tidak secara eksplisit menghina Nabi Muhammad, namun kalimat baliho berjudul The Perfect Man diyakini menyindir Nabi Muhammad dan Islam. Tak lama baliho tersebut langsung menuai protes masyarakat Muslim.