BREAKING NEWS
Apakah Anda Sudah Memahami Islam?

Apakah Anda Sudah Memahami Islam? Featured

Attabayyun.com-Jakarta- Islam adalah nama bagi sebuah din/agama yang haq, agama yang diridhai oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya. Islam bukan sekedar kepercayaan yang mengandung sikap pasrah semata tanpa ada rambu-rambu khusus seperti syari’at yang diajarkan Nabi kepada kita sebagaimana yang diklaim oleh kaum liberal dan pluralis.

Buktinya, di dalam hadits Jibril Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Islam itu meliputi; syahadat/persaksian bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji. Lalu, dimanakan bisa ditemukan ajaran-ajaran ini kalau bukan dalam agama Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Di dalam hadits yang lain, dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan, “Islam dibangun di atas lima perkara: kewajiban untuk mentauhidkan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16, ini lafal Muslim, lihat Fath al-Bari [1/63] dan Syarh Muslim [2/31]). Berdasarkan riwayat hadits ini dapat kita ketahui juga bahwasanya istilah ‘tauhid’ bukanlah istilah baru yang tidak dikenal di masa Nabi, bahkan Nabi sendirilah yang mengajarkannya kepada kita!

Dalam jalur riwayat lain di dalam Shahih Muslim masih dari Ibnu Umar juga disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: kewajiban beribadah kepada Allah semata dan mengingkari segala sesembahan selain-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, dan puasa Ramadhan.” (lihat Syarh Muslim [2/32])

Berdasarkan dalil-dalil semacam itulah para ulama diantaranya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mendefinisikan bahwa Islam adalah: ‘Kepasrahan kepada Allah dengan bertauhid, bersikap tunduk kepada-Nya dengan melakukan ketaatan, dan berlepas diri dari kemusyrikan beserta segenap penganutnya’ (lihat Hushul al-Ma’mul, hal. 104). Apabila kita cermati maka pengertian ini sangat bersesuaian dengan dalil-dalil yang telah disebutkan di atas.

Ada satu hal yang patut untuk digaris bawahi di sini adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan beberapa ungkapan untuk menyebutkan syahadat, yaitu:

  1. Kewajiban mentauhidkan Allah.
  2. Kewajiban beribadah kepada Allah -semata- dan mengingkari segala sesembahan selain-Nya.
  3. Bersaksi bahwa tiada sesembahan -yang benar- selain Allah dan Muhammad utusan Allah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa barangsiapa yang tidak memenuhi ketiga hal di atas maka tidak bisa disebut sebagai seorang muslim. Artinya, orang yang bukan muslim itu bisa mencakup:

  1. Orang yang tidak mentauhidkan Allah, dan ini mencakup semua orang selain pemeluk Islam, bahkan mencakup kaum munafikin walaupun mereka ‘berbaju’ Islam, dan juga tercakup di dalamnya kaum atheis yang tidak meyakini adanya tuhan. Allah ta’ala berfirman tentang orang-orang munafikin (yang artinya), “Di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir’ padahal mereka itu bukan orang-orang yang beriman.” (QS. al-Baqarah: 8).
  2. Orang yang beribadah kepada Allah namun tidak mengingkari sesembahan selain-Nya, yaitu orang-orang musyrik yang mempersekutukan Allah dalam ibadah. Mereka beribadah kepada Allah dan juga beribadah kepada selain Allah, kelompok ini pun sebenarnya sudah tercakup dalam kategori yang pertama di atas. Allah ta’ala berfirman tentang mereka (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka Allah haramkan atasnya surga, dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang zalim itu.” (QS. al-Ma’idah: 72). Allah ta’ala juga berfirman mengenai status sesembahan selain-Nya (yang artinya), “Yang demikian itu, karena Allah adalah satu-satunya [sesembahan] yang benar sedangkan segala sesuatu yang mereka seru/sembah selain-Nya adalah batil…” (QS. al-Hajj: 62).
  3. Orang yang beribadah kepada Allah semata dan mengingkari sesembahan selain-Nya namun tidak mau mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau diutus kepada mereka, seperti halnya kaum ahli kitab di Yaman yang didakwahi oleh Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu. Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -yang beliau itu diutus oleh Allah untuk mengajarkan agama Islam kepada segenap manusia- telah menegaskan dalam sabdanya, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau bersabda, “Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidaklah seorang pun yang mendengar kenabianku di antara umat ini entah dia Yahudi atau Nasrani, lalu dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan risalah/ajaran yang aku bawa melainkan dia pasti termasuk golongan penduduk neraka.” (HR. Muslim no. 153, lihat Syarh Muslim [2/243]). Oleh sebab itu an-Nawawi rahimahullah memberi judul bab untuk hadits ini dengan judul ‘Kewajiban beriman terhadap risalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berlaku bagi segenap manusia dan dihapusnya semua agama dengan agamanya’ (lihat Syarh Muslim [2/242])

 

About Author

Related items

  • Islam Haramkan Sihir

    Attabayyun.com-Jakarta- Islam jelas mengharamkan praktik-praktik sihir. Dalam sebuah hadits riwayat Na sa'i dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW menyejajarkan sihir dengan dosa paling besar yakni syirik.

  • Muslim Indianapolis Kenalkan Islam dan Muhammad SAW

    Attabayyun.com-Jakarta- Satu bulan setelah papan iklan besar berisi hinaan terhadap Nabi Muhammad dipajang di Indianapolis, komunitas Muslim setempat memberikan balasan. Balasan itu berisi persuasif yang mengajak masyarakat mengenal Islam dan Nabi Muhammad lebih dekat.

    Papan raksasa tersebut berjudul  'Truthful Man' atau manusia yang penuh dengan kebenaran sebagai penggambaran Nabi Muhammad. Dalam papan itu juga dituliskan dengan huruf besar siapapun bisa memperoleh buku-buku tentang Islam dan Muhammad. “Dapatkan buku secara cuma-cuma. Hubungi 800-662-ISLAM,” demikian bunyi kalimat yang tertulis dalam bahasa Inggris dilansir dari lama USA TODAY, Kamis (20/7).

    GainPeace adalah kelompok Muslim yang menggagas ide pemasangan billboard ini. Dipasangnya papan iklan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang Nabi Muhammad. Iklan berlatar belakang warna putih itu rencananya dipasang sampai 30 Juli mendatang.

    Selain lewat pemasangan iklan, kampanye lain yang dilakukan adalah dengan mengirimkan 15 ribu kartu pos tentang Nabi Muhammad. Sebuah video berdurasi 30 detik juga akan dirilis di sosial media. Alasan kuat yang mendasari kampanye ini adalah keberadaan umat Muslim di AS yang mengalami diskriminasi dan menjadi korban pelecehan.

    Penelitian dari California State University menemukan bahwa peristiwa kriminal yang melibatkan isu anti-Muslim naik 78 persen di AS sejak 2015. “Penyerangan terhadap kaum Muslim disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai Islam dan Nabi Muhammad,” kata Direktur Eksekutif GainPeace, Sabeel Ahmad.

    Oleh karenanya GainPeace menawarkan kesempatan kepada warga non Muslim di AS untuk mengajarkan lebih dalam dari sumber utamanya yakni Alquran.

    Sebuah papan besar bernada provokatif terpasang di Indianapolis Juni lalu.  Meski tidak secara eksplisit menghina Nabi Muhammad, namun kalimat baliho berjudul The Perfect Man diyakini menyindir Nabi Muhammad dan Islam. Tak lama baliho tersebut langsung menuai protes masyarakat Muslim.

  • Perjalanan Haji Abdullah yang Terhenti

    Attabayyun.com-Jakarta- Perjalanan haji Abdullah bin Mubarak ke Tanah Suci terhenti kala ia sampai di kota Kufah. Dia melihat seorang perempuan sedang mencabuti bulu itik. Dari bau dan leher yang tidak disembilih, Abdullah tahu, itik itu adalah bangkai.

    “Ini bangkai atau hasil sembelihan yang halal?” tanya Abdullah memastikan.

    “Bangkai. Aku dan keluarga biasa memakan bangkai ini,” jawab si perempuan.

    Ulama hadis yang zuhud ini heran, “Mengapa di kota yang keren ini ada orang menyantap bangkai?”

    Dia pun mengingatkan perempuan tersebut bahwa tindakannya adalah haram. Si perempuan menjawab dengan pengusiran. Abdullah pun pergi tapi selalu datang lagi dengan nasihat serupa. Berkali-kali. Hingga suatu hari perempuan itu menjelaskan perihal keadaannya.

    “Aku memiliki beberapa anak. Selama tiga hari ini aku tak mendapatkan makanan untuk menghidupi mereka.”

    Hati Abdullah bergetar. Dengkulnya lemas mendengar cerita itu. Segera ia pergi dan kembali lagi bersama keledainya dengan membawa makanan, pakaian, dan sejumlah bekal.

    “Ambillah keledai ini berikut barang-barang bawaannya. Semua untukmu, Wahai Perempuan.”

    Musim haji berlalu. Tapi Abdullah bin Mubarak masih di Kufah. Artinya, ia gagal menunaikan ibadah haji tahun itu. Dia pun memutuskan bermukim sementara di sana, sambil menunggu para jamaah haji pulang ke negeri asal dan ikut bersama rombongan.

    Begitu tiba di kampung halaman, Abdullah disambut antusias masyarakat. Mereka beramai-ramai memberi ucapan selamat atas ibadah hajinya. Abdullah malu. Keadaan tak seperti yang disangkakan oran-orang. Tapi Abdullah tidak berbohon.

    “Sungguh aku tidak menunaikan haji tahun ini,” katanya meyakinkan para penyambutnya.

    Sementara itu, kawan-kawannya yang berhaji menyuguhkan cerita lain. “Subhanallah, bukankah kami menitipkan bekal kepadamu saat kami pergi kemudian mengambilnya lagi saat Kau di Arafah?”

    Yang lain ikut menanggapi, “Bukankah Kau yang memberi minum kami di suatu tempat sana?”

    “Bukankah Kau yang membelikan sejumlah barang untukku,” kata satunya lagi.

    Abdullah bin Mubarak semakin bingung. “Aku tak paham dengan apa yang kalian katakan. Aku tak melaksanakan haji tahun ini.”

    Hingga malam harinya, dalam mimpi Abdullah mendengar suara, “Hai Abdullah, Allah telah menerima amal sedekahmu dan mengutus malaikat menyerupai sosokmu, menggantikanmu menunaikan ibadah haji.”

    Demikianlah, cerita Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qulyubi kitab an-Nawâdir. (Diterjemahkan oleh Mahbib Khoiron, tinggal di Jakarta)