×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 752
KBRI Damaskus, Pulangkan Tiga Orang TKI Korban Perdagangan Orang - Foto by Google KBRI Damaskus, Pulangkan Tiga Orang TKI Korban Perdagangan Orang - Foto by Google

KBRI Damaskus, Pulangkan Tiga Orang TKI Korban Perdagangan Orang

Attabayyun.com-Jakarta- KBRI Damaskus telah memulangkan tiga orang WNI/TKI yang diduga korban perdagangan orang melalui Libanon, Selasa (21/2). Sedangkan repatriasi regular biasanya dilakukan melalui Bandara Damaskus.

Ketiga WNI ini untuk sementara waktu akan tinggal di shelter KBRI Beirut sebelum diterbangkan ke Tanah Air. Hal tersebut dilakukan mengingat salah seorang WNI/TKI tersebut mengalami patah tulang akibat terjatuh dari lantai empat rumah majikannya, sehingga dipertimbangkan untuk dapat singgah terlebih dahulu di KBRI Beirut sebelum penerbangan panjang ke Indonesia pada Sabtu 26 Februari 2017.

Ketiga WNI/TKI itu adalah Indah Irana asal Malang, Liani asal Situbondo, dan Sumarni Atun asal Lombok. Indah dan Liani tiba di Suriah pada tahun 2016 dan dijanjikan akan dipekerjakan di Erbil Kurdistan dengan gaji antara US$300-US$400. Ternyata keduanya dipekerjakan di Suriah setelah melalui perjalanan panjang dari Batam-Kuala Lumpur-Istanbul-Beirut-Damaskus selama hampir satu bulan.

Sedangkan Sumarni Atun yang mengalami patah tulang di bagian tulang pinggul dan tulang tumit pertama kali tiba di Suriah pada tahun 2014 melalui jalur Batam-Kuala Lumpur-Aman-Damaskus.

Sampai saat ini perdagangan orang untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga ke Suriah masih terjadi meskipun pemerintah telah melarang pengiriman tenaga kerja wanita untuk perseorangan ke Timur Tengah termasuk Suriah sejak September 2011.

Apabila hal tersebut terus berlangsung, maka kasus perdagangan orang ke Suriah bagaikan lingkaran setan yang tidak jelas ujung pangkal penyelesaiannya. Padahal KBRI Damaskus bekerja keras mengurus kepulangan mereka termasuk memperjuangkan hak-haknya. Hanya karena iming-iming gaji besar bekerja di luar negeri dan sedikit pemberian uang persekot di muka untuk kebutuhan keluarga, para sponsor yang berkeliaran sampai ke pelosok-pelosok desa tersebut berhasil mengecoh para repatrian berangkat ke Timur Tengah untuk akhirnya kembali terdampar di shelter KBRI Damaskus.

KBRI Damaskus mengharapkan penegakan hukum yang lebih tegas di Indonesia dan sinergi yang lebih erat antara aparat penegak hukum dan seluruh stake-holder yang memiliki kepentingan berakhirnya kasus perdagangan orang utamanya yang diberangkatkan ke Suriah dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selanjutnya, KBRI Damaskus akan melaksanakan repatriasi regular dari Bandara Damskus pada Jumat, 25 Februari 2017.