BREAKING NEWS
Netizen Banjiri Doa saat Ceramah Aa Gym di Masjid Istiqlal

Netizen Banjiri Doa saat Ceramah Aa Gym di Masjid Istiqlal Featured

Attabayyun.com-jakarta-Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar baru saja memberikan ceramah k‎eagamaan di acara Khataman Alquran. Dalam acara tersebut, Ustadz yang kondang dengan sebutan Aa Gym itu menyampaikan berbagai nasehat kepada para umat.

Salah satu topik yang diangkat Aa Gym adalah Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, sangat wajar apabila umat Islam saat ini menginginkan pemimpin yang seiman di suatu daerah, termasuk di DKI Jakarta.

 

"Jadi kalau ada orang Kristen ingin pemimpin kristen wajar. Enggak ada masalah. Katolik pengen punya pemimpin dari dia, wajar. Makanya kalau umat Islam mau dipimpin oleh umat Islam lagi wajar juga," kata Aa Gym di Masjid Istiqlal.

Menanggapi ceramah keagamaan tersebut, banyak netizen yang mengamini pernyataan Aa Gym. Menurut mereka. Sudah seharusnya umat Islam bersatu untuk kemaslahatan bangsa.

"Memulai kajian tauhid dengan beristighfar mohon ampun dan mendoakan negeri tercinta dari fitnah-fitnah keji," ujar netizenbernama Fatchur Rozi.

"Alhamdulillah tadi bisa hadir, ingin rasanya memeluk dan mencium tangan Aa. Tapi Allah belum ngasih kesempatan. Mudah-mudahan KH. Abdullah Gymnastiar senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan. Amin," ucap Syaeful.

 

 

Related items

  • Profil Ustadz Yusuf Mansur

    Attabayyun.com-Jakarta- Yusuf Mansur atau Jam’an Nurkhatib Mansur (lahir di Jakarta, 19 Desember 1976; umur 40 tahun) adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, cikarang Tangerang dan pengajian Wisata Hati.

     

  • Walhamdulillah, Beginilah Awal Mula Ust Arifin Ilham Menikahkan Anaknya di Usia 17 Tahun
  • Ustadz Khalid Basalamah Jadi Khatib Shalat Gerhana di Pantai Losari

    Ustad Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah,Lc.MA, ditunjuk sebagai khatib pada pelaksanaan Shalat Kusuf di anjungan Pantai Losari, besok pagi, Rabu, 9 Maret 2016.

    Informasi ini di sampaikan kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kota Makassar, Mohammad Ismounandar di sela-sela persiapan pelaksanaan festival gerhana matahari 2016  “Battu Ratemi Ri Bulang”, Selasa sore di Anjungan Pantai Losari, Selasa, 8 Maret 2016.

    “Insya Allah, jika tidak ada halangan, ustad Khalid akan bertindak sebagai khatib. Sedangkan ustad Arifuddin Lewa akan memimpin zikir saat proses gerhana matahari berlangsung,” ujar Ismounandar.

    Lihat juga: BMKG Sarankan Pakai Kacamata Lihat Gerhana Matahari

    Ustad Khalid lahir di makassar, 01 Mei 1975. Ia menamatkan pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah (Arab Saudi), S2 di Universitas Muslim Indonesia,Makassar, sedang S3 di universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia).

    Ustad Khalid juga dikenal aktif di sejumlah lembaga keagamaan, yakni sebagai
    Ketua Umum Yayasan Ats Tsabat di jakarta timur, Ketua Forum Pengiriman Dai Iran, serta
    penasehat Wesaltv Jakarta.

    Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto kembali mengajak seluruh warga kota Makassar untuk melaksanakan Shalat Kusuf dan mendoakan kota Makassar agar tetap menjadi kota yang nyaman dan terhindar dari bencana.

    ” Yang ingin shalat berjamah bersama kita di anjungan silahkan datang bersama keluarga, jangan lupa bawa sajadah, dan sebaiknya berpakaian putih – putih. Ini salah satu momen terbaik untuk berdoa dan menghayati kekuasaan Allah yang di perlihatkan ke kita secara kasat mata, ini adalah momentum semesta yang sangat jarang manusia temukan,” ujar Danny.

    Lihat juga: Festival Battu Rattema’ Ri Bulang Sambut Gerhana Matahari di Makassar

    Walikota yang berlatar belakang arsitek ini merancang festival gerhana materi dengan menggabungkan tiga unsur, yakni religius, sains dan juga budaya.

    Dari pantauan langsung di anjungan Pantai Losari, sejumlah petugas pemadam kebakaran kota Makassar  “mencuci” pelataran anjungan Pantai Losari yang akan digunakan Shalat Kusuf serta sejumlah rangkaian acara lainnya.

    Acara yang di gelar oleh Pemerintah kota Makassar bersama Telkomsel dan BMKG ini akan dipadati ribuan warga kota Makassar, diantaranya, 10 ribu pelajar, pegawai pemkot Makassar, majelis taklim, anggota TNI dan polisi, kelompok seniman, guru-guru se-Kota Makassar, serta masyarakat umum.